5 Museum Kekinian yang Wajib diKunjungi

Museum tak jarang identik dengan kesan kuno. Inilah yang sering kali membuat museum menjadi destinasi yang kurang diminati oleh anak muda pada umumnya.Mereka sering mengidentikkan kesan kuno di museum dengan kesan kurang gaul. Namun, siapa sangka, beberapa museum justru menjadi destinasi yang sangat diminati anak muda lho! Malahan, beberapa museum menjadi tempat favorit untuk hang out dan berburu foto-foto menarik. Tak hanya anak muda, rombongan keluarga pun sering kali sengaja untuk berlibur ke beberapa museum. Nah, berikut ini adalah museum-museum yang kekinian untuk kamu kunjungi:

1. Museum Gajah (Museum Nasional Jakarta)

Museum Gajah via keepo.me Museum Nasional atau yang lebih populer dengan nama Museum Gajah berawal dari sebuah perkumpulan pada masa Hindia Belanda yang kemudian diambil alih dan dikelola oleh Raffles pada masa pemerintahan Inggris. Setelah era kemerdekaan, tepatnya 26 Januari 1950, museum ini dijadikan Lembaga Kebudayaan Indonesia (LKI). Mengingat pentingnya museum ini bagi Indonesia, pada 17 September 1962, LKI menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, lalu berubah menjadi Museum Pusat. Museum Pusat akhirnya ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasional pada 28 Mei 1979 sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.092/O/1979. Museum Gajah terdiri atas lima lantai atau ruang pameran, termasuk lantai dasar. Kamu akan terkejut karena setiap lantainya menyuguhkan pameran yang berbeda-beda. Ada artefak kuno, miniatur berbagai kebudayaan Indonesia, hingga macam-macam  benda peninggalan berbagai peradaban dunia. Di lantai paling atas, kamu bahkan bisa melihat berbagai emas yang diolah oleh masyarakat kita! Selain kelengkapan koleksi, gedung Museum Gajah juga memiliki daya tarik tersediri. Berbagai karya arsitektur yang menarik tersebar pada seluruh lokasi museum. Kamu bisa lihat sendiri banyak anak muda yang berfoto-foto di berbagai sudut Museum Gajah. Retribusinya pun sangat terjangkau. Cukup dengan 5.000 rupiah kita sudah dapat mengakses keseluruhan ruang pameran yang ada di Museum Gajah. Jam operasionalnya pun cukup panjang, yaitu pukul 8.30-16.00 untuk hari Selasa hingga Jumat dan 8.30-17.00 di hari Sabtu dan Minggu. Khusus hari Senin, museum ini tutup.

2. Museum Geologi Bandung

Museum Geologi via bdgexpat.com Museum Geologi Bandung pertama kali diresmikan pada 16 Mei 1929, bertepatan dengan kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-IV di Institut Teknologi Bandung. Berada di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Orium Paleontologi dan Kimia, Museum Geologi menjadi tempat penyimpanan sekaligus penelitian berbagai benda geologis. Museum ini tidak akan membuat kamu bosan karena selain memamerkan berbagai jenis batuan dan fosil, ada juga wahana pemutaran video tentang beberapa penjelasan kejadian geologis. Daya tarik lain dari museum ini adalah adanya berbagai fosil purba yang masih terawat dengan baik. Memasuki ruang tengah museum, kita akan disambut fosil raksasa T-Rex yang pasti bikin kita tercengang. Selain fosil dinosaurus, beberapa fosil lain seperti fosil binatang laut purba dan manusia purba juga bisa kita jumpai di museum ini. Hal menarik lain yang bisa kita nikmati adalah wahana simulasi gempa. Dengan mencobanya, kamu akan tahu rasanya ketika gempa sedang terjadi. Wahana ini bahkan memungkinkan kita merasakan simulasi gempa dengan beberapa skala. Museum Geologi dibuka untuk umum setiap hari, kecuali hari Jumat dan hari libur nasional. Jam operasional museum mulai pukul 8.00-16.00 untuk hari Senin hingga Kamis dan pukul 8.00-14.00 untuk hari Sabtu dan Minggu. Cukup dengan 3.000 rupiah, kita sudah dapat menikmati semua wahana dan menjelajahi semua ruang pameran yang ada di Museum Geologi.

3. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg via travel.grivy.com Museum Benteng Vredeburg terletak di ujung selatan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta. Museum ini awalnya adalah sebuah benteng pendudukan Belanda yang memang sengaja dibangun di seberang Keraton Yogyakarta. Benteng ini awalnya dibangun untuk meningkatkan kewaspadaan pihak Belanda dalam mengawasi Keraton Yogyakarta. Semasa perang kemerdekaan, setelah penaklukan, Benteng Vredeburg digunakan sebagai gudang senjata dan gudang beras bagi tentara Indonesia. Posisinya yang berseberangan dengan Gedung Agung kala itu sempat menjadikannya kantor pusat pemerintahan untuk memungkinkan benteng tersebut menjadi salah satu markas utama Tentara Nasional Indonesia. Benteng Vredeburg kini sudah berubah fungsi secara total menjadi sebuah museum. Tiga kompleks bangunan utama benteng kini difungsikan menjadi ruang pameran dan ruang diorama. Ada jalan antara kompleks satu dengan yang lainnya yang dipenuhi dengan rindangnya pepohonan dan sering kali jadi spot foto menarik. Kompleks bangunan sayap utara sisi barat difungsikan sebagai ruang pemutaran film tentang sejarah Mataram dan Yogyakarta. Sisi timur sepenuhnya difungsikan sebagai ruang pameran berbagai peninggalan jaman perjuangan seperti seragam pasukan, senjata perang, hingga berbagai medali. Selain itu terpampang rapi arsip-arsip perjuangan serta beberapa benda-benda kedokteran. Daya tarik unik lain yang bisa kamu nikmati dari sayap utara adalah adanya wahana permainan dan lorong diorama bersuara. Kamu serasa masuk ke suasana zaman perjuangan dulu. Sayap selatan sepenuhnya difungsikan sebagai ruang pameran. Sebelah barat menjadi ruang pameran alat-alat kerajinan rumah tangga dari beberapa daerah di Indonesia. Area timur menjadi ruang pameran berbagai macam senjata tradisional, topeng, dan gerabah. Di halaman tengah museum berdiri gagah beberapa patung pahlawan nasional, seperti Panglima Besar Jendral Soedirman. Selain itu, di sisi kiri dan kanan halaman berjajar beberapa meriam dan beberapa patung prajurit Keraton Yogyakarta. Untuk mengakses keseluruhan museum, kita hanya perlu membayar tiket sebesar 3.000 rupiah. Museum Benteng Vredeburg buka setiap hari kecuali hari Rabu pukul 8.00 hingga pukul 18.00.

4. Museum Angkut

Museum Angkut, via tibunnews.com Kalau kamu berkunjung ke Kota Malang, museum yang satu ini wajib banget buat kamu kunjungi. Museum Angkut merupakan museum transportasi terbesar di Asia. Museum yang dibangun pada 9 Maret 2014 ini memamerkan berbagai jenis kendaraan dari berbagai negara. Uniknya, setiap kendaraan memiliki latar belakang kotanya masing-masing. Selain pameran alat transportasi, kamu juga bisa melihat pertunjukan Parade Museum Angkut dan Movie Star Studio khusus untuk akhir minggu dan hari libur. Museum yang belum genap dua tahun beroperasi ini merupakan salah satu bagian dari manajemen Jawa Timur Park. Harga tiket dibanderol dengan harga 60.000 rupiah pada hari Senin hingga Kamis dan 80.000 rupiah untuk hari Jumat hingga Minggu serta hari libur. Jam operasional efektif Museum Angkut adalah pukul 12.00 hingga 20.00 setiap harinya.

5. House of Sampoerna

House of Sampoerna via www.eastjava.com Dulunya, House of Sampoerna (HoS) merupakan sebuah panti asuhan pada masa kolonial Belanda yang dibangun pada 1862. Setelah dibeli oleh Liem Seeng Tee pada 1932, bangunan panti ini berubah fungsi menjadi rumah tinggal. Selain menjadi tempat tinggal, bangunan ini juga difungsikan sebagai fasilitas pembuatan rokok Sampoerna yang pertama. Museum HoS sendiri dibuka untuk umum sejak 2003 setelah mengalami renovasi dan pemugaran bangunan utama. Saat ini, bangunan utama yang difungsikan sebagai museum ini juga masih digunakan sebagai sentra pembuatan rokok kretek milik Sampoerna. Uniknya, kegiatan pembuatan rokok ini malah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sejak Senin hingga Jumat, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan rokok kretek, dari pelintingan, pembungkusan, hingga  pengepakan yang dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin. Selain difungsikan sebagai museum dan pabrik pembuatan rokok kretek, terdapat juga galeri seni di sayap kiri bangunan utama. Kamu bisa melihat berbagai karya seni seperti lukisan, patung, dan batik yang menghiasi galeri seni Sampoerna. Daya tarik lain yang selalu jadi rebutan pengunjung adalah Sampoerna Heritage Tracking setiap harinya, terkecuali hari senin. Kamu akan dipandu untuk mengunjungi beberapa situs bersejarah yang ada di kota Surabaya. Semua fasilitas ini bisa dinikmati secara cuma-cuma. Itu tadi lima museum gaul dan keren yang bisa jadi referensi liburan kamu. Ingat, guys, pergi ke museum bukan berarti kuno dan tidak gaul lho! Museum justru jadi tempat yang asyik dan menyenangkan. Liburan seru ala baru!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *