Tag Archives: pencemaran tanah

Sumber daya air

Melestarikan Sumber Daya Air, Tanggung Jawab Kita Bersama

Sumber daya airJakarta, dengan segudang permasalahannya, mulai dari kepadatan penduduk, kemacetan, banjir, hingga krisis air bersih. Berbagai pengaduan dari masyarakat mengeluhkan kurangnya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai Ibu, tentu sangat miris dengan keadaan tersebut. Bagaimana tidak, lingkup terkecil dari hidup kita yaitu keluarga sangat tergantung pada keberadaan air, terutama air bersih. Tidak terbayang bagaimana rasanya hidup dalam keterbatasan air bersih, terutama sulitnya mendapatkan air bersih untuk diminum, karena hal tersebut adalah kebutuhan utama kita sebagai manusia.

Ada beberapa hal tentang air yang perlu Ibu ketahui; keberadaan air yang bisa dilihat dalam daur hidrologi, konservasi sumber daya air, kualitas air hingga pencegahan pada pencemaran air, yang nantinya dapat kita gunakan sebagai dasar pengetahuan kita dalam menjaga kelestarian air yang ada di lingkungan kita.

Keberadaan air dapat kita lihat dari daur hidrologi. Secara alamiah sumber-sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan yang mempunyai daya regenerasi yaitu yang selalu dalam sirkulasi dan lahir kembali mengikuti suatu daur yang disebut daur hidrologi. Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi aliran maupun tidak langsung melalui vegetasi atau media lainnya akan membentuk siklus aliran air mulai dari tempat yang tinggi (gunung, pegunungan) menuju ke tempat yang rendah baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah yang berakhir di laut. Selanjutnya air laut dan air lainnya menguap (evaporasi) atau menguap melalui tanaman (evapotranspirasi), kemudian akibat kondensasi uap air berbentuk hujan yang jatuh ke bumi.

Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:

  • Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  • Air Permukaan – Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Gambar: http://yanessipil.wordpress.com/

Konservasi Sumber Daya Air

Konservasi adalah upaya memelihara keberadaan, serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi Sumber Daya Air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memnuhi kebutuhan mahluk hidup baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Kegiatannya berupa :

  •  Perlindungan dan pelestarian sumber air, bertujuan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh daya alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia. Tindakan perlindungan tersebut dapat berupa pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air dan daerah tangkapan air, serta pengendalian pemanfaatan sumber air.
  • Pengawetan air, dilakukan untuk memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air, sesuai dengan fungsi dan manfaat. Pengawetan air dapat dilakukan dengan cara; menyimpan air yang berlebihan di saat hujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu diperlukan, menghemat air dengan pemakaian yang efisien dan atau mengendalikan penggunaan air tanah.
  • Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Pengelolaan kualitas adalah untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang ada pada sumber-sumber air. Dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas air pada sumber air antara lain dilakukan melalui upaya aerasi pada sumber air dan prasarana sumber daya air.

Pengendalian pencemaran dilakukan dengan cara mencegah masuknya pencemaran air pada sumber air dan prasarana sumber daya air. Untuk mencegah masuknya pencemaran air pada sumber air misalnya dilakukan dengan cara tidak membuang sampah di sumber air, dan mengolah air limbah sebelum dialirkan ke sumber air.

Tujuan Konservasi Daya Air adalah menjaga kelangsungan:

  • Keberadaan sumber daya air yaitu terjaganya keberlanjutan keberadaan air dan sumber air, termasuk potensi yang terkandung di dalamnya.
  • Daya dukung sumber daya air: kemampuan sumber daya air untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
  • Daya tampung air dan sumber air: kemampuan air dan sumber air untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.

Pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum rumah tangga

Pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum rumah tangga dilakukan dengan pengembangan sistem penyediaan air minum. Yang dimaksud dengan air minum rumah tangga adalah air dengan standar dapat langsung diminum tanpa harus dimasak terlebih dahulu dan dinyatakan sehat menurut hasil pengujian mikrobiologi (uji ecoli). Pengembangan sistem penyediaan air minum adalah memperluas dan meningkatkan sistem fisik (teknik) dan sistem non fisik (kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat dan hukum) dalam kesatuan yang utuh untuk menyediakan air minum yang memenuhi kualitas standar tertentu bagi masyarakat menuju kepada keadaan yang lebih baik.

Saat ini, pada umumnya pemakaian air sehari-hari pada masyarakat kita menggunakan air tanah, begitu pula halnya dengan air untuk di minum. Walaupun sudah banyak yang menggunakan air kemasan galon atau air isi ulang untuk konsumsi air minum, namun pemakaian air tanah masih menjadi alternatif utama. Selain alasan praktis juga terdapat alasan ekonomi. Sebenarnya apa sih yang disebut dengan air tanah?

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.

Permasalahan air tanah

Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :

  • Air mengandung zat besi

Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.

  • Air kuning permanen

Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Sedangkan dari lingkungan sekitar, permasalahan pencemaran air dapat berasal dari polusi air seperti limbah industri, pertanian dan rumah tangga:

  • Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
  • pencemaran air oleh sampah

Dampak Pencemaran Air

Bibit-bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang , pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain.

Bahan-bahan tesebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk kelaut. Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara.

Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari kapal tanker yang rusak.

Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.

Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air:

  1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
  2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
  3. Pendangkalan dasar perairan.
  4. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi.
  5. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat.
  6. Akibat penggunaan pertisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator.
  7. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan, bahkan burung.
  8. Mutasi sel, kanker, dan leukeumia.

 Upaya yang Harus Dilakukan

Penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan tetap tercemar dalam yang waktu yang sangat lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Namun kita masih dapat mengusahakan agar air di sekitar lingkungan kita terjaga adalah dengan:

  1. Menghemat pemakaian air, seperti untuk mencuci dan mandi pergunakanlah air secukupnya.
  2. Membuang limbah industri maupun limbah rumah tangga secara cermat sehingga tidak mencermari lingkungan atau ekosistem.
  3. Mengurangi penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat-zat kimia lain seperti deterjen, sabun, obat serangga yang dapat menimbulkan pencemaran.
  4. Ikut aktif berperan serta melalukan gerakan penghijauan.
  5. Berperan aktif memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya.
jamur kayu

Celah Usaha Jamur Kayu

jamur kayuIbu, pastinya sudah tidak asing dengan Jamur, ya salah satu alternatif bahan pangan yang akhir-akhir ini menjadi primadona karena tekstur dan rasanya yang tak kalah bersaing. Jamur dapat diolah menjadi berbagai macam olahan yang memiliki cita rasa tinggi, yang banyak digemari mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Jamur dapat disayur, selain itu dapat diolah menjadi aneka olahan makanan ringan atau camilan (kerupuk, keripik atau jamur goreng), bahkan dijadikan pepes jamur pun nikmat.

Makanan olahan jamur, memiliki nilai gizi yang tinggi, dapat dijadikan suplemen kesehatan, juga dapat digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit seperti jantung, diabetes, sampai stroke. Bahkan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, dapat digunakan untuk mencegah kanker dan tumor ganas.

Semakin meningkatnya minat dan selera masyarakat untuk mengkonsumsi jamur, menjadikan jamur sebagai primadona baru dan juga sebagai peluang usaha bagi yang jeli melihat peluang tersebut dengan membudidayakan jamur untuk memenuhi kebutuhan akan komoditas jamur yang terus meningkat.

Usaha di bidang budidaya jamur dapat dikatakan sangat menguntungkan, karena :

1. Harga yang cukup tinggi

2. Permintaan pasar baik lokal dan untuk keperluan ekspor masih sangat terbuka

3. Waktu panen yang singkat, sekitar 1-3 bulan sehingga perputaran modal berlangsung cepat.

4. Bahan baku yang mudah didapat, dan

5. Tidak memerlukan lahan yang luas maupun modal yang besar sehingga dapat diusahakan dalam skala rumah tangga.

Budidaya jamur terhitung mudah, terlebih lagi saat ini ada teknologi yang cukup praktis, mudah dan murah dalam pengembangan usaha budidaya jamur. Dan tahukah ibu, budidaya jamur ini dapat dilaksanakan dengan media kayu, baik berupa serbuk maupun gelondongan. Saat ini jamur kayu yang telah di produksi secara massal dan komersial yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat, antara lain:

  1. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

Jamur tiram termasuk salah satu jenis jamur kayu yang paling digemari dan paling mudah dibudidayakan. Jamur tiram dengan nama lain Oyster mushroom memiliki bentuk tudung menyerupai cangkang kerang atau tiram, dengan bagian tepi bergelombang. Warna tudung bermacam-macam seperti putih, putih kekuningan, ungu kemerahan, dll.

Jamur ini memiliki rasa yang enak, gurih, dan agak kenyal. Rasanya mirip daging ayam. Ia mudah menyerap zat sehingga bila diberi bumbu, maka rasanya pun mengikuti. Jamur tiram saat ini populer diolah menjadi jamur crispy atau keripik jamur, sate maupun pepes jamur. Dari beberapa jenis jamur tiram, jamur tiram putih paling banyak dan populer dibudidayakan di Indonesia, serta paling banyak di jual di pasaran, baik pasar swalayan maupun pasar tradisional, sehingga ibu pasti dengan mudah menemukan jamur ini.

2. Jamur Kuping (Auricularia sp)

Karakteristik jamur kuping adalah memiliki tubuh buah yang kenyal bertekstur jelly yang unik, Jamur kuping memiliki kandungan protein, vitamin dan mineral cukup tinggi serta tidak mengandung kolesterol. Jamur kuping dapat tumbuh di daerah beriklim dingin s/d panas atau di daerah yang memiliki 4 musim.

Jamur kuping mudah juga kita temui di pasar tradisional maupun supermarket, karena memang penggunaan dari jamur ini sering kita temui dalam keseharian kita, sup kimlo adalah jenis masakan yang menggunakan jamur ini.

Jamur kuping juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, antara lain dapat mengurangi penyakit panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.

3. Jamur Shitake (Lentinus Edodes)

Dikenal juga dengan sebutan jamur hioko (chinese black mushroom). Di alam, jamur shitake dapat hidup pada kayu gelondong, dapat dipanen setelah 6-12 bulan. Saat ini jamur shitake telah berhasil dibudidayakan dengan menggunakan baglog sehingga memperpendek umur panen menjadi hanya 3 bulan. Sehingga budidaya jamur ini dapat dikembangkan dalam skala rumah tangga.

Jamur shitake mempunyai ukuran yang tidak besar layaknya jamur tiram, diameter hanya sekitar 6-8 cm, namun untuk rasa tidak kalah nikmat. Justru di pasaran harga jamur shitake melambung tinggi, karena dapat digunakan untuk berbagai masakan juga bermanfaat untuk penyakit darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol darah, serta dapat menyehatkan jantung.

4. Jamur Lingzhi (Ganoderma Lucidum)

Jamur lingzhi atau disebut juga jamur ganoderma, merupaka jamur yang dikenal sebagai obat. Khasiatnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lingzhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi ramuan dari lingzhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit.

Jamur lingzhi dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, ginjal, jantung, vertigo, serta berbagai macam penyakit lainnya. Saat ini banyak produk olahan dari jamur lingzhi yang dapat langsung dikonsumsi.

Secara Umum, pertumbuhan jamur dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, antara lain :

1. Oksigen. Jamur bersifat aerob, yakni sangat memerlukan oksigen untuk hidupnya

2. Kelembaban. Jamur akan tumbuh baik pada kondisi lingkungan udara yang lembab. Tubuh jamur mengandung air 80-90%, oleh karenanya jamur sangat memerlukan air bebas (uap air) untuk tumbuh dan berkembang.

3. Suhu. Jamur bersifat mesofili, dimana jamur dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 10-40°C dengan pertumbuhan optimum pada kisaran suhu 25-35°C.

4. Derajat keasaman (pH). Jamur tumbuh baik pada pH sekitar 6

5. Cahaya. Jamur tidak terlalu memerlukan cahaya untuk pertumbuhannya.

Persyaratan lokasi yang harus dicermati agar jamur-jamur ini dapat tumbuh dengan baik adalah :

1. Lokasi yang dipilih harus sesuai dengan syarat tumbuh misellium jamur dan jenis jamur yang akan dibudidayakan, misalnya dataran tinggi dengan suhu 20-24°C cocok untuk budidaya jamur shitake.

2. Untuk mengurangi resiko terkontaminasi, pilih lokasi yang jauh dari pabrik, pembuangan limbah berbahaya ataupun tempat pembuangan sampah.

3. Dekat dengan sumber bahan baku yang diperlukan, misalnya media tanam, sumber bibit, dll. Serta kemudahan untuk dijangkau supaya dapat mengurangi biaya transportasi.

4. Dekat dengan sumber air bersih.

5. Khusus untuk skala industri, dipilih lokasi dekat dengan tenaga kerja dan sumber listrik untuk menggerakkan mesin-mesin.

Untuk budidaya jamur ini diperlukan rumah produksi atau yang biasa disebut kumbung. Kumbung adalah sejenis bangunan untuk menyimpan baglog . Baglog adalah media untuk menanam jamur, berupa serbuk gergaji yang telah diolah dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Ada 2 macam kumbung :

1. Rumah kumbung permanen, konstruksi bangunan terbuat dari tembok batu bata atau batako;

2. Rumah kumbung semi permanen, konstruksi bangunan terbuat dari bambu dan anyaman kulit bambu (gedeg) yang dilapisi lembaran plastik.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun kumbung yaitu :

1. Ukuran kumbung disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan jumlah jamur yang akan dibudidayakan. Untuk 1000 baglog, diperlukan kumbung berukuran panjang 4m, lebar 6m dan tinggi 3-6m, agar sirkulasi udara di dalam kumbung lancar dan kelembaban udara tetap stabil.

2. Rak bersusun sebagai tempat utnuk meletakkan baglog-baglog sehingga dapat menghemat tempat. Jarak antar baris di setiap rak 80-90cm. Setiap rak berisi 15 baglog (apabila disusun vertikal) atau 20 baglog (apabila disusun horizontal). Di detiap baris ke-10 (baris horizontal) diberi penyekat dari batang bambu, sehingga setiap rak dapat menampung 300 baglog.

Foto : kaskus.co.id

3. Kumbung dapat dibangun dengan bentuk persegi panjang dengan atap berbentuk segitiga, atap miring sebelah atau setengah lingkaran, serta dilengkapi dengan satu pintu dan beberapa jendela. Apabila lokasi budidaya terletak pada dataran rendah, maka bagian luar kumbung harus dilapisi plastik untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Untuk menjaga agar kelembaban udara di dalam kumbung tetap stabil, maka lantai kumbung dapat diplester semen atau diberi lapisan pasir dan kapur.

Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah Bibit jamur. Pada usaha budidaya jamur kayu skala kecil/rumah tangga dapat dilakukan dengan membiakkan bibit F3 ke dalam baglog. Setiap botol bibit F3 bisa menghasilkan 33-35 baglog (1-1,2 kg) bibit F4 atau juga disebut bibit siap tanam.

Apabila investasi yang akan ditanamkan dalam budidaya jamur kayu tidak terlalu besar, pengadaan bibit dapat dilakukan dengan cara langsung membeli bibit yang telah dibuat dalam baglog (F4). Hal ini dilakukan dengan pertimbangan :

a. Bibit F4 cukup praktis karena baglog dapat langsung ditata pada rak di rumah kumbung, sehingga kita cukup merawatnya hingga masa panen.

b. Tidak memerlukan investasi yang besar karena tidak perlu membuat media tanam, bak pengukus untuk sterilisasi, serta melakukan inokulasi jamur.

Mutu Bibit Jamur

Pemilihan bibit jamur sangat menentukan keberhasilan budidaya jamur, karenanya harus memperhatikan mutu bibit yang akan dibeli. Cara memilih mutu bibit yang baik antara lain :

1. Misellium berwarna putih dan tumbuh merata ke seluruh media tumbuh.

2. Pilih bibit jamur yang telah disertifikasi.

3. Pilih bibit jamur yang diketahui tanggal pembuatannya sehingga dapat diketahui apakah bibit telah kadaluarsa atau belum. Bibit dapat dikatakan kadaluarsa apabila umurnya lebih dari 4 minggu dari proses inokulasi (tanam).

4. Memiliki nilai BER (Biological Efficiency Ratio) tinggi, yaitu persentase perbandingan antara jumlah berat jamur yang dihasilkan dengan berat media tanam jamur.

Bagaimana? apakah Ibu tertarik untuk berbudidaya jamur? Selamat mencoba

Referensi : Sukses Bersama Jamur Kayu; Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan, Kementerian Kehutanan, 2012.