Watu Lumbung, Gunung Kidul atau Bantul? Sama Indahnya!

Mungkin kamu bingung ketika mendengar tempat wisata hits di Jogja satu ini, Watu Lumbung. Di mana Lokasinya? Gunung Kidul atau Bantul?

Watu Lumbung memang berlokasi di Bantul dan Gunung Kidul. Tidak perlu bingung karena sejatinya memang ada dua lokasi berbeda dengan nama yang sama di Bantul dan Gunung Kidul. Sama-sama Watu Lumbung, tapi apa yang membedakannya?

1. Kampung Edukasi Watu Lumbung, Bantul

Watu Lumbung via www.keluarrumah.com

Kampung Edukasi Watu Lumbung terletak di Kretek, Bantul. Jika dari arah kota Yogyakarta, kamu bisa lurus mengikuti Jalan Parangtritis hingga Jembatan Kretek. Tepat setelah Jembatan Kretek, beloklah ke arah timur sekitar 200 meter dan belokkan kendaraanmu sekali lagi ke arah selatan. Ikuti jalan dan sampailah kamu di Watu Lumbung.

Di Watu Lumbung, kamu bisa melihat indahnya Bantul dari puncak bukit. Temukan jajaran pepohonan dan rumah-rumah yang terlihat mini, indahnya Jembatan Kretek, mempesonanya Sungai Opak dan jika kamu beruntung, kamu bisa menikmati pemandangan orang-orang berperahu dayung di Sungai Opak. Kamu juga bisa menolehkan wajahmu ke arah selatan, maka indahnya Pantai Parangtritis yang terkenal itu akan mempesonamu.

Kalau kamu terbiasa traveling di pagi hari, cobalah sore hari untuk berkunjung di Watu Lumbung ini. Kenapa sore hari? Karena indahnya sunset Jogja bisa kamu nikmati di sini. Tapi jangan datang terlalu mepet waktu sunset ya. Lokasi-lokasi yang disediakan biasanya sudah penuh dengan pengunjung setelah pukul 5 sore.

Menu camilan Watu Lumbung oleh penulis

Di Watu Lumbung terdapat 3 lokasi kuliner yang asyik untuk dikunjungi, yakni Alas Kuliner, Kedai Wedangan, dan Lembayung Surya. Di tiga tempat ini disediakan menu-menu khas ndeso untuk menemanimu bercengkrama bersama teman-teman ataupun sekadar menikmati keindahan Bantul yang mempesona.

Lokasi kuliner pertama adalah Alas Kuliner. Lokasi ini asyik untuk seru-seruan bersama teman-teman. Alas Kuliner menyediakan tempe goreng, pisang goreng, air kelapa muda, susu, ataupun teh. Di Alas kuliner pun kamu bisa makan sepuasnya dengan sistem prasmanan, hanya cukup membayar 25.000 rupiah per orang.

Kamu yang suka hunting foto juga wajib ke Alas Kuliner. Setiap sudut Alas Kuliner ditata secara artistik sehingga terlihat eye catching bagi yang melihatnya. Sebut saja sepeda jadul yang sengaja diletakkan di atas lantai yang terbuat dari rangkaian bambu. Mau berfoto dengan pemandangan Kretek di atas rumah pohon seperti di Kalibiru? Tenang saja, Alas Kuliner juga menyediakannya. Sediakan saja banyak-banyak memori di handphone-mu dan jangan lupa tongsis-mu.

Lokasi kuliner selanjutnya adalah Kedai Wedangan. Lokasi ini sudah tidak asing lagi bagi anak hits Jogja, terutama yang hobi utak-atik Instragram. Kedai Wedangan adalah lokasi paling strategis untuk menikmati sunset di Watu Lumbung. Indahnya sunset di Jogja yang hanya beberapa saat saja itu bisa kamu nikmati dengan jelas di lokasi ini. Tidak heran jika menjelang sore hari, lokasi ini sudah penuh dengan berbagai macam orang yang ingin menikmati sunset.

Kedai Wedangan menyediakan menu yang lebih ngafe. Ada tahu dan tempe kemul, tahu dan tempe yang dibalut dengan gandum lalu digoreng, sampai roti bakar ala Kedai Wedangan. Dan, yang pasti bagi penikmat kopi, berbagai pilihan kopi tersedia di kedai ini.

Foto Sunset dari Kedai Wedangan oleh penulis

Sedikit ke puncak, ada Lembayung Surya. Lokasi kuliner ini lebih seru dkunjungi oleh kalian yang berkelompok karena menyediakan menu camilan dalam paket-paket. Di Lembayung Surya hanya disediakan paket camilan ndeso. Paket yang paling murah seharga 25.000 rupiah berisi ubi goreng, pisang goreng, dan kacang rebus, serta minuman ndeso yang bisa kamu pilih. Mahal? Tidak juga. Paket ini bisa kamu nikmati bertiga bersama teman-temanmu. Kamu yang anak kos bisa bernapas lega.

Lembayung Surya punya keunikan tersendiri. Kalau di tempat lain kamu membayar pada kasir, di Lembayung Surya kamu hanya perlu memasukkan uangmu ke dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Orang Jawa menyebutnya kepis. Pada umumnya kepis ini dijadikan sebagai wadah untuk menyimpan ikan ketika memancing atau berlayar. Namun oleh pihak pengelola Lembayung Surya, kepis ini dijadikan sebagai kasir mandiri. Kreatif ya?

Oh iya, jangan khawatir kalau kamu tidak membayar dengan uang pas. Kalau memang memerlukan kembalian, silakan ambil sendiri kembalianmu di dalam kepis. Kejujuran memang diperlukan dalam “transaksi” ini.

2. Pantai Watu Lumbung, Gunung Kidul

Foto Pantai Watu Lumbung oleh penulis

Pantai Watu Lumbung terletak di Gunung Kidul, tepatnya di wilayah Gunung Batur, Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul. Pantai ini teletak di sebelah timur Pantai Indrayanti dan sebelah barat Pantai Wediombo.

Tidak seperti perjalanan ke Pantai Wediombo yang hanya melewati jalan beraspal, kamu perlu bersabar melewati jalanan berliku terjal untuk sampai ke pantai ini. Tenang saja, ada papan petunjuk jalan yang akan membawamu ke Pantai Watu Lumbung. Jika memang kamu tersesat, kamu bisa bertanya pada penduduk-penduduk desa sekitar yang ramah-ramah.

Pantai ini memang masih baru, belum terlalu lama mulai dibuka untuk umum. Tidak mengherankan kalau pantai ini masih relatif sepi dan tentu saja keindahan alam yang disajikan pun begitu menakjubkan. Pantai ini belum terkontaminasi jejak-jejak traveler alay yang kurang bertanggung jawab.

Foto Go green oleh penulis

Dari atas tebing, kamu bisa melihat keindahan Pantai Wediombo dari kejauhan. Hamparan pantai biru terang khas Gunung Kidul tersaji indah dan pasti akan membuatmu takjub. Sesekali ombak putih berderu seakan menyempurnakan indahnya “lukisan” Sang Pencipta.

Bergeser ke arah barat, kamu bisa menuruni tebing dengan melewati jalan setapak yang cukup terjal. Hati-hati melewatinya dan pastikan alas kakimu nyaman. Tidak lebih dari 5 menit, kamu pun bisa menikmati indahnya Pantai Watu Lumbung yang biru.

Batu besar yang menjulang di tengah pantai adalah yang khas dari Pantai Watu Lumbung. Kamu bisa mencapai batu besar itu dengan berjalan kaki jika kondisi pantai sedang surut. Hati-hati, beberapa batu yang harus kamu lewati licin karena berlumut.

Foto Awas licin oleh penulis

Kamu juga bisa menikmati lucunya ikan-ikan kecil berenang-renang di terumbu karang ketika air sedang surut. Kamu bisa saja menangkapi ikan kecil itu untuk keperluan apa pun. Tetapi traveler sejati tidak akan merusak keindahan tempat yang dikunjunginya, kan?

Berbeda dengan Watu Lumbung di Bantul yang menyediakan berbagai lokasi kuliner, di Pantai Watu Lumbung ini tidak terlalu banyak disediakan lokasi kuliner. Bahkan, pada saat week day tidak ada satu pun penjual makanan di tempat wisata ini. Sediakan saja bekal makanan untuk kamu yang memang sering merasa lapar.

Nah, sudah tahu kan beda Watu Lumbung di Bantul dan di Gunung Kidul? Tidak masalah kamu mau traveling ke mana. Yang penting selalu jaga kebersihan dan jangan rusak lingkungan ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *